Rabu, 13 Juli 2011

ANTROPOLOGI BUDAYA : PENGERTIAN AKULTURASI, ASIMILASI, DAN KAITAN KEMISKINAN DENGAN KEBUDAYAAN

1. PENGERTIAN AKULTURASI MENURUT PARA AHLI
1. Harsoyo
Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus; yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya.
Sumber : http://dh3m0echan.wordpress.com/2010/10/18/akulturasi/
2. Koentjaraningrat
Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi apabila kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda, sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah di dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Sumber : http://pardonsimbolon.blogspot.com/
3. Lauer
Akulturasi dapat digambarkan sebagai pola penyatuan antara dua kebudayaan, penyatuan antara dua kebudayaan, penyatuan disini tidak berarti bahwa kesamaannya lebih banyak dari pada perbedaannya, namun berarti kedua kebudayaan yang saling berinteraksi menjadi semakin serupa dibanding sebelum terjadinya kontak antar keduanya.(Lauer,1989:402-407).

4. Sumandiyo Hadi (2006:35)
Akulturasi dan inkulturasi merupakan dua hal yang berkaitan satu sama lain. Akulturasi sebagai perubahan budaya ditandai dengan adanya hubungan antara dua kebudayaan, keduanya saling memberi dan menerima atau shoter. Sumandiyo Hadi juga mengatakan bahwa akulturasi adalah the encounter between two cultures (pertemuan antara dua kebudayaan).
Sumber : http://persada-etnika.com/?p=261
5. Bee dalam Hadi (2006; 35)
Akulturasi yakni (Pertama, akulturasi menunjuk kepada suatu jenis perubahan budaya yang terjadi apabila dua sistem budaya bertemu. Kedua, akulturasi menunjuk kepada suatu proses perubahan yang dibedakan dari proses difusi, inovasi, invensi maupun penemuan. Ketiga, akulturasi dipahami sebagai suatu konsep yang dapat digunakan sebagai kata sifat untuk menunjuk suatu kondisi, misalnya kondisi kelompok budaya yang satu lebih terakulturasi dari budaya lain).
Sumber : http://persada-etnika.com/?p=261
6. Kroeber (1948:425) menyatakan bahwa akulturasi terdiri dari berbagai perubahan-perubahan dalam kebudayaan, dimana perubahan terjadi akibat bertemunya dua kebudayaan yang menyebabkan meningkatnya persamaan antara dua budaya
7. akulturasi adalah modifikasi adaptif dari berbagai elemen (Murdock et.al, 1965:12)







CONTOH AKULTURASI:
1. Tradisi Nejot di Pegayaman
Seperti halnya umat Hindu, muslim di Pegayaman memang punya tradisi berbagi dengan tetangga atau keluarga saat hari raya. Ini disebut juga dengan Tradisi Ngejot, dilakukan saat Ramadhan selain juga pada hari raya lainnya. Dalam tradisi Hindu Bali, Ngejot dilakukan saat mereka melaksanakan upacara atau hari raya terutama saat Galungan dan Kuningan.
Ngejot saat Ramadhan adalah salah satu bentuk akulturasi antara tradisi Bali dan Islam di Desa Pegayaman. Makanan yang diberikan saat Ngejot tak jauh beda dengan umat Hindu Bali. Antara lain jaja uli, buah, rengginang, dodol, dan semacamnya.
Ngejot, sebenarnya, tak selalu tradisi umat Islam di Pegayaman. Sebagian muslim di daerah lain di Bali, seperti Denpasar pun melakukan hal sama. Biasanya Ngejot di daerah yang lebih plural ini malah diberikan pada umat lain termasuk Hindu. Namun, Desa Pegayaman tak hanya memiliki tradisi Ngejot. Masih banyak tradisi lain yang menunjukkan akulturasi antara Bali dan Islam. Di desa ini keduanya saling mengisi tanpa harus menimbulkan ketegangan.
2. Pemberian nama adalah contoh akulturasi lainnya. Misalnya pada suku Batak, ada satu nama yang jelas kelompok temui sebagai bentuk akulturasi yakni Lanang Sutrisno Sirait. Dua kata depan menunjukkan ciri khas nama orang Jawa, namun marga “Sirait” telah menunjukkan bahwa itu adalah nama seorang Batak.
Di Desa Pegayaman pun juga, Sebagai orang Bali, warga Desa Pegayaman pun menggunakan nama depan Wayan, Nengah, Nyoman, dan Ketut. Namun nama belakang mereka biasanya Bahasa Arab. Misalnya Ketut Asghor Ali, Nengah Maghfiroh, Nengah Azmi, dan seterusnya.

3. Sinkritisme
Sebelum masuk pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang (animisme dan dinamisme). Ketika Masuknya agama Hindu-Budha mendorong masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha walaupun tidak meninggalkan kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan dewa-dewa alam. Telah terjadi semacam sinkritisme yaitu penyatuaan paham-paham lama seperti animisme, dinamisme, totemisme dalam keagamaan Hindu-Budha.
Contoh :
Di Jawa Timur berkembang aliran Tantrayana seperti yang dilakukan Kertanegara dari Singasari yang merupakan penjelmaaan Siwa. Kepercayaan terhadap roh leluhur masih terwujud dalam upacara kematian dengan mengandakan kenduri 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun dan 1000 hari.

4. Di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang, di kenal dengan mayoritas penduduknya adalah suku Jawa. Disana ada seorang chinese yang dapat berbahasa Jawa. Pembaruannya dengan lingkungan ternyata tidak membuatnya meninggalkan kebudayaannya. Ketika ia berbicara dengan sesama chinese, ia menggunakan bahasa cina kembali.

5. Mesjid Raya Al Ma’sum di Kota Medan.
Arsitektur dan ragam hias yang terdapat pada bentuk Mesjid pada umumnya berasal dari arsitektur Islam khususnya Mesir, Spanyol (Andalusia) dan Maghribi, India (periode Mughal Architectur), serta Arab (Timur Tengah), dan terdapat ornamen – ornamen Melayu. Komponen – komponen yang pada umumnya berasal dari arsitektur Islam yaitu arsitektur yang berkembang pada masa puncak kejayaan kerajaan – kerajaan Islam, hal ini menandakan bahwa adanya keinginan untuk menjadikan mesjid sebagai mesjid kerajaan Islam yang indah dan megah, serta memperlihatkan kemakmuran kesultanan Deli sebagai salah satu kerajaan Islam yang besar di kawasan tersebut.
PENGERTIAN ASIMILASI MENURUT PARA AHLI
1. Vander Zanden (seorang ahli sosiologi)
Asimilasi ialah satu proses dalam mana kelompok-kelompok yang berfikir, berperasaan dan bertindak secara berlainan, menjadi satu dalam kesatuan sosial serta budaya yang sama.
Sumber : http://hubungan-etnik.blogspot.com/2009/10/konsep-asimilasi.html
2. Koentjaraningrat (1996:160)
Asimilasi adalah suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur – unsur kebudayaan golongan – golongan itu masing – masing berubah menjadi unsur – unsur kebudayaan campuran.
3. Alvin L Bertrand
Asimilasi adalah proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan berada saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama sehingga kebudayaan dari golongan tersebut berubah sifatnya dari yang khas menjadi unsur – unsur kebudayaan baru yang berbeda dengan asalnya.

4. James Danandjaja
Asimilasi adalah proses penyesuaian golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan tertentu kedalam golongan yang lain dengan kebudayaan yang berbeda sedemikian rupa sehingga kebudayaan yang bersifat khas dan identitas kebudayaan golongan pertama tersebut lambat laun berkurang dan menghilang.
5. Milton M. Gordon, dalam bukunya, Human Nature, Class, and Ethnicity (1978), menyatakan sebagai berikut."Sociologist and cultural anthropologist have described the process and results of ethnic 'meeting' under such terms as 'assimilation' and 'accculturation'. Sometimes these terms have been used to mean the same thing; in order usages their meanings, rather than being identical, have overlapped. Sociologist are more likely to use 'assimilation'; anthropologist have favored 'acculturation'....."(Gordon, 1978:166).
Milton Gordon sendiri ketika mebicarakan persoalan asimilasi meletakkan akulturasi itu sebagai salah satu tipe atau tahapan dari asimilasi. Baginya, akulturasi adalah bagian dari proses asimilasi yang berkaitan dengan langkah perubahan pola-pola kebudayaan suatu kelompok untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat tuan rumah (change of cultural patterns to those of host society).
Sebaliknya menurut Seymour-Smith, “Assimilation (is) one of the outcomes of the acculturation process.." “ asimilasi adalah salah satu hasil dari proses akulturasi.
"(Assimilation) is a process of interpenetration and fusion in which persons and groups acquires the memories, sentiment, and attitudes of other persons or groups, and by sharing their experience and history, are incorporated with them in a cultural life" (Ogburn and Nimkoff, 1964). Yang artinya Asimilasi) adalah suatu proses masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya dan peleburan di mana individu atau kelompok - kelompok memperoleh memori, perasaan, dan sikap dari yang lain dari kelompok masyarakat lain, dan dengan berbagi sejarah dan pengalaman mereka, disatukan dalam kehidupan budaya mereka.
"Assimilation (is) absorption of a group into the ways of the dominant society and the group general loss of cultural distinctiveness as a result" (Garbarino, 1983). Yang artinya Asimilasi adalah penyerapan suatu kelompok ke dalam cara hidup masyarakat yang dominan dan hasilnya kelompok tersebut menghilangkan/meninggalkan budayanya sendiri.
Sumber: : http://pmb.lipi.go.id/index.php?option=com_artikel&mode=tampil&id=37

CONTOH ASIMILASI
1. Contohnya, orang melayu di Thailand telah mengalami proses asimilasi yang menyebabkan nama, bahasa dan hampir semua aspek cara hidup mereka (kecuali agama) telah disatukan dengan amalan dan cara hidup orang Thai. Di Malaysia, apa yang berlaku keatas masyarakat Jawa, Cina Kelantan, Baba dan Nyonya merupakan contoh berlakunya proses asimilasi. Namun, bagi etnik cina di Kelantan serta Baba dan Nyoya, asimilasi berlaku dalam konteks budaya tanpa melibatkan anutan kepercayaan atau agama.
http://hubungan-etnik.blogspot.com/2009/10/konsep-asimilasi.html
2. Wanita bersuku Padang menikah dengan orang Jawa dan melakukan transmigrasi ke pulau Jawa. Jawa dikenal dengan mayoritas masyarakatnya adalah suku Jawa. Oleh karena itu orang padang sebagai minoritas karena bermaksud menetap di pulau Jawa, semakin lama kebudayaannya terkikis dengan unsur – unsur Jawa yang semakin dominan diterimanya oleh karena pembaurannya di masyarakat. Sehingga acap kali ia sendiri sudah tidak memahami bahasa Padang apalagi ketika ia memiliki anak, karena kondisi lingkungan lebih merujuk ke suku Jawa, maka anak akan memahami dirinya sebagai orang Jawa.
3. Seorang peneliti yang melakukan suatu penelitian perihal proses sosial dan interaksi masyarakat yang membutuhkan waktu berjangka panjang, akan menyesuaikan dirinya dengan kebudayaan masyarakat yang diteliti. Seperti contohnya Margareth Mead yang rela menikah dengan kepala adat Samoa, Jajang Agus Sanjaya yang bersedia mengikuti adat tradisi orang Nias dalam karyanya “ Melacak Batu Menguak Mitos”. Djajang A.Sanjaya adalah seorang yang beragama Islam,tetapi demi karyanya ia bersedia melakukan asimilasi dengan menerima kebudayaan – kebudayaan Nias yang agaknya bertolak belakang dengan ajaran Islam (Ex: makan babi).
4. Seorang Thionghoa yang mengganti namanya, agamanya, dan hampir seluruh latar belakang budayanya ke dalam agama Islam dan kini menjadi salah satu mahasiswa di IAIN Sumatera Utara. Nama orang thionghoa tersebut adalah Tan chui sen menjadi Agus Saputra. Di ijazahpun nama yang dipakai adalah Agus Saputra.
5. Orang Tamil /Keling di kota Medan yang seharusnya disaat meninggal ada proses pembakaran mayat tetapi karena adanya asimilasi, mereka tidak melakukan itu tapi dengan dikuburkan di tanah mengikuti suku – suku lain di Kota Medan yang menerapkan hal tersebut.



2. HUBUNGAN ANTARA KEBUDAYAAN DAN KEMISKINAN SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Wujud Kebudayaan dapat diartikan juga sebagai cara berpikir individu/kelompok (wujud ideal). Sedangkan Kemiskinan seperti diungkapkan oleh Suparlan (1994), dinyatakan sebagai suatu keadaan kekurangan harta atau benda berharga yang diderita oleh seseorang atau sekelompok orang. Kemiskinan itu dinilai relatif, karena seorang anak Jenderal akan menilai berbeda mengenai kemiskinan dibanding dengan pemikiran seorang anak biasa. Kemiskinan bagi sebagian masyarakat kelas bawah adalah kebudayaan yang bersedia atau tidak bersedia diturunkan ke generasi selanjutnya (anak – anak mereka).
Oscar Lewis (1984) menggabungkan kebudayaan dengan kemiskinan,ia juga menunjukkan bahwa kebudayaan kemiskinan berkembang dalam kehidupan masyarakat miskin yang dari generasi ke generasi berikutnya hidup dalam kemiskinan (kemiskinan struktural).
kemiskinan adalah dampak dari masalah kependudukan khususnya migrasi desa-kota yang tidak terkendali. Kemiskinan dan kebudayaan kemiskinan terbentuk dari suatu situasi, yang mengelompokkan masyarakat dalam dua kategori, yaitu miskin dan tidak miskin.
Dalam seminar Himpunan Indonesia Untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS) yang diadakan di Malang tanggal 13-17 November 1979, ditemukan hasil yang monumental, yaitu ‘Kemiskinan Struktural’ (Soemardjan, 1980), dimana dalam pendapatnya dinyatakan bahwa kemiskinan struktural tidak menunjuk pada individual yang miskin karena malas bekerja atau tidak mendapatkan penghasilan, tetapi lebih banyak karena struktur sosial masyarakat yang ada telah membatasi hak-hak mereka untuk mendapatkan/menggunakan sumber-sumber pendapatan yang tersedia untuk mereka. Dalam kelompok miskin secara struktur ini, menurut Soemardjan, ada para petani yang tidak bertanah atau mempunyai garapan yang sangat kecil, sehingga tidak mencukupi untuk pemenuhan hidupnya. Juga golongan mereka yang tidak terdidik dan terlatih yang disebut ‘unskilled labores’ yang terhambat untuk memasuki pasar kerja, golongan miskin itu juga meliputi para pengusaha tanpa modal dan tanpa fasilitas dari pemerintah, atau golongan ekonomi lemah.
Dorodjatun Kuntjoro Jakti yang menghimpun sejumlah hasil penelitian kependudukan dan masalah kemiskinan dalam ‘Kemiskinan di Indonesia’ (1986), melihat masalah kemiskianan muncul sebagai dampak dari kebijakan pembangunan khususnya pembangunan desa-kota yang tidak seimbang, sehingga berdampak pada berkembangnya fenomena kemiskinan (khususnya di perkotaan).
Pembangunan memang harus ada. Pembangunan itu sendiri terbagi atas dua bagian, yakni pembangunan yang baik dan pembangunan yang buruk. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memperhatikan keseimbangan alam (termasuk di dalamnya manusia). Ini sesuai dengan konsep ekologi dan teori ekologi pembangunan, bahwa pembangunan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup. Interaksi antara pembangunan dan lingkungan membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Dan manusia, baik sebagai subjek dan objek pembangunan merupakan bagian ekosistem. Pandangan holistik inilah yang dipakai dalam ekologi pembangunan. Maka dapat disimpulkan dalam pembangunan yang baik haruslah tidak ada faktor apapun yang dirugikan dari operasi pembangunan tersebut; baik alam, manusia, maupun kehidupan di sekitar pembangunan tersebut.


CONTOH 3 NEGARA MISKIN DI DUNIA
1. Republic of the Congo (GDP – per kapita: $300)

Republik Kongo di Afrika Tengah adalah negara yang terakhir di bagian bawah tumpukan ekonomi. Akibat Franc merosot terjadi depresiasi mata uang, sangat tinggi tingkat inflasi pada 1994, letusan perang saudara, dan kelanjutan dari konflik bersenjata dan harga minyak merosot pada tahun 1998 semakin menjatuhkan perekonomian negara yang semakin lemah .


2. Republic of Liberia (GDP – per kapita: $500)

Republik Liberia yang terletak di pantai barat Afrika adalah salah satu dari sepuluh ekonomi termiskin di seluruh dunia. Penurunan ekspor komoditas, penerbangan dari banyak investor dari negara, eksploitasi yang tidak adil dari sumber daya berlian negara, penjarahan dan perang pencatutan selama perang saudara pada tahun 1990 membawa perekonomian negara bertekuk lutut. Utang luar negeri lebih dari PDB. Selama satu dekade perang sipil di Liberia dipicu oleh senjata yang diimpor ke negara lain yang melanggar embargo senjata PBB. Pengiriman selama tiga bulan pada tahun 2002 dari sebuah perusahaan keamanan Serbia, misalnya, membawa cukup peluru untuk membunuh seluruh penduduk Liberia.

3. Zimbabwe (GDP per kapita:$200)
Zimbabwe merupakan negara termiskin di dunia (2010). Negara ini terletak di benua Afrika selatan. Negara yang terkurung daratan ini berbatasan dengan Afrika Selatan di sebelah selatan, Botswana di barat, Zambia di utara dan Mozambik di timur. Zimbabwe adalah sebuah negara tanpa lautan.
Jika Amerika dan negara-negara maju lainnya, menggunakan satuan $1, $5, $20 atau paling besar $100, sedangkan di Indonesia, karena Rupiah cukup kecil nilainya, sampai sekarang nilai mata uangnya 1000 rupiah, bahkan sampai 100.000 rupiah. Akibat inflasi yang tinggi (mencapai 2,2 juta%), bank sentral Zimbabwe sudah mengeluarkan 4 versi mata uang sampai sekarang. Terakhir kali bank sentral Zimbabwe mengeluarkan pecahan $ 100,000,000,000,000 (100 triliun dolar) yang menjadi uang dengan nominal terbesar didunia yang kemudian digantikan dengan dolar versi ke-4 dimana setiap $ 100,000,000,000,000 (100 triliun dolar) uang lama digantikan menjadi $1 uang baru. Bahkan, dolar zimbabwe tidak laku digunakan pada beberapa toko di zimbabwe, mereka memilih menggunakan dolar amerika atau emas sebagai alat pembelian. Harga barang – barang yang dijual juga melambung tinggi, misalnya untuk Membeli seikat sayur dikenakan 5 juta dolar Zimbabwe, emas 170 juta dolar Zimbabwe, satu butir telur sejumlah 6 juta dollar. Sekian juta atau bahkan ratusan juta Zimbabwe, jika dibandingkan dengan harga rupiah di Indonesia itu setara hanya dengan puluhan ribu. Harga barang di negara ini bisa naik dua kali dalam sehari, atau bahkan berkali-kali dalam seminggu. Angkutan umum sulit didapat. Begitu juga dengan angka pengangguran, mencapai 80%.


Sumber :
http://www.jakautama.com/2010/03/10-negara-termiskin-di-dunia.html
http://yunita87.wordpress.com/2010/04/18/negara-termiskin-di-dunia/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar